Tampilkan postingan dengan label Teknik Informatika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Informatika. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Mei 2013

Materi Perkalian dan Pembagian Biner STTPLN

Materi Perkalian dan Pembagian Biner STTPLN

 Setelah mempelajari bagaimana cara menjumlah dan mengurangkan bilangan biner ,kita lanjutkan ke materi yang selanjutnya yaitu operasi mengalikan dan membagi bilangan biner . Selanjutnya langsung saja kita masuk ke materi operasi perkalian dan pembagian biner tersebut.

perkalian biner

     cara yang digunakan kurang lebih sama dengan perkalian desimal umumnya ,namun bilangan yang sudah dikalikan akan bergeser satu digit ke kiri setelah perkalian bit selanjutnya. Setelah proses perkalian masing-masing bit pengali selesai, dilakukan penjumlahan masing-masing kolom bit hasil.

contoh













pembagian biner

    Operasi penghitungan pada pembagian biner caranya hampir sama dengan perkalian biner ,yaitu bit-bit yang dibagi diambil bit per bit dari sebelah kiri . Lalu Apabila nilainya lebih dari bit pembagi, maka bagilah bit-bit tersebut, tetapi jika setelah bergeser 1 bit nilainya masih dibawah nilai pembagi maka hasilnya adalah 0.

contoh











jika ingin lebih lengkap ,silahkan unduh modul disini

sumbernya ,terima kasih pada :
http://ariefcrb.blogspot.com/2010/10/aritmetika-biner-operasi-bilangan-biner.html

Jumat, 17 Mei 2013

MATRIKS INVERS

     Jumpa lagi di Blog saya kawan ,oke pada kesempatan kali ini saya akan posting materi baru yaitu “MATRIKS INVERS”. Langsung saja masuk pembahasan ya.

Pengertian

     Matriks invers adalah jika A adalah matriks kuadrat dan jika kita dapat mencari matriks B sedemikian hingga AB = BA =I ,maka A dikatakan dapat di balik (invertible) dan B dinamakan invers dari matriks A.



Selengkapnya lihat modul
disini

Rabu, 17 April 2013

Sistem Persamaan Linear Matriks

    Materi kali ini ialah pembahasan tentang Sistem Persamaan Linear atau biasa disingkat SPL. Namun SPL yang kali ini kita bahas ialah Sistem Persamaan Linear dalam bentuk Matriks.
Sebelum masuk lebih jauh alangkah baiknya kita mengetahui apakah SPL itu.
   
 Pengertian Dasar SPL

     Persamaan linear adalah sebuah persamaan aljabar, yang tiap sukunya mengandung konstanta, atau perkalian konstanta dengan variabel tunggal. Persamaan ini dikatakan linear sebab hubungan matematis ini dapat digambarkan sebagai garis lurus dalam Sistem koordinat Kartesius.
Contoh grafik dari suatu persamaan linear dengan nilai m=0,5 dan b=2 (garis merah).


     Bentuk umum untuk persamaan linear adalah
     Dalam hal ini, konstanta m akan menggambarkan gradien garis, dan konstanta b merupakan titik potong garis dengan sumbu-y. Persamaan lain, seperti x^3, y^1/2, dan xy bukanlah persamaan linear.

from : sini

untuk kelanjutannya ,yaitu Sistem Persamaan Linear dalam matriks bisa diambil disini ,monggo .
Materi Sistem Persamaan Linear Matriks

Minggu, 14 April 2013

Materi Matematika Matriks & Determinan STTPLN


         Jumpa lagi ama ane kawan ,karena bingung mau posting apa buat lengkapin tugas organisasi komputer sttpln, jadi deh posting ini aja ane tidak lain tidak bukan materi  paling bikin kalian bikin melek ama semangat kuliah. Yoi dia adalah materi Matematika Terapan II atau yang biasa kalian "Mater 2 sttpln ".

        Oke ga usah banyak omong lagi deh, langsung aja dinikmatin ya kawan ,materi matematika kali ini ialah BAB Matriks & Determinan .cekibrott!!

Pengertian Matriks

       Dalam matematika, matriks adalah kumpulan bilangan, simbol, atau ekspresi, berbentuk persegi panjang yang disusun menurut baris dan kolom. Bilangan-bilangan yang terdapat di suatu matriks disebut dengan elemen atau anggota matriks. Contoh matriks dengan 2 baris dan 3 kolom yaitu


Pemanfaatan matriks misalnya dalam menemukan solusi sistem persamaan linear. Penerapan lainnya adalah dalam transformasi linear, yaitu bentuk umum dari fungsi linear, misalnya rotasi dalam 3 dimensi.
Matriks seperti halnya variabel biasa dapat dimanipulasi, seperti dikalikan, dijumlah, dikurangkan dan didekomposisikan. Dengan representasi matriks, perhitungan dapat dilakukan dengan lebih terstruktur.



from : here

Materi Yang Harus Dikuasai

      Oke ,Setelah kita tahu dasar dan materinya kembali lagi ke inti dari pelajaran matriks dan determinan yang kita pelajari ,materi yang harus dikuasai dalam pelajaran ini ialah :

1) Pengertian Matriks
2) Matriks Matriks Khusus
    - Matriks Bujur Sangkar
    - Matriks Segitiga Atas
    - Matriks Segitiga Bawah
    - Matriks Diagonal
    - Matriks Identitas
    - Transpose Matriks
    - Matriks Simetris
3) Operasi Aritmatik Matriks
   - Kesamaan
   - Perkalian Dengan Skalar
   - Penjumlahan A+B
   - Perkalian Matriks
4) Determinan Matriks
   - Metode Ekspansi Laplace
   - Metode Chio
5) Sifat Sifat Determinan Matriks
6) Dekomposisi Matriks dan Determinan
   - Metode Crout
   - Metode Doolitle

Untuk selengkapnya modul bisa disedot di sini ya
Modul Matematika Terapan II:Matriks & Determinan

Minggu, 07 April 2013

Penjumlahan & Pengurangan Bilangan Biner

1. PENJUMLAHAN BILANGAN BINER

Ada 4 kondisi dalam penjumlahan bilangan biner
(0+0, 1+0, 0+1, 1+1)

dimana
0 + 0 = 0
1 + 0 = 1
0 + 1 = 1
1 + 1 = 0 (carry out 1)

Maksut dari Carry out, hasilnya tidak bisa memuat lebih dari 1 digit. Tetapi disimpan kedalam kolom sebelah yang lebih tingginilainya.

Contoh pada bilangan desimal

2 + 7 = 9 (CaryOut = 0)
15 + 8 = 23 (CaryOut = 1)

Yang dimaksud Carry Out adalah penyimpanan angka, lihat contoh diatas. 2+7=9 CarryOut = 0 karena tidak ada bilangan yang disimpan. 15+8=3 sisa 1, 1-nya digantung diatas , lalu 1+1=2, jadi hasilnya 23. 1 yang digantung diatas itulah yang disebut CarryOut.

Contoh pada bilangan biner.


2. PENGURANGAN BILANGAN BINER

kondisi yang muncul pada pengurangan bilangan biner
(0-0, 1-0, 0-1, 1-1)
 
dimana 
0 - 0 = 0
0 - 1 = 1 borrow 1 (jika masih ada angka di sebelah kiri)
1 - 0 = 1
1 - 1 = 0
maksut dari borrow di sini ialah peminjaman satu digit angka dari  kolom sebelah yang memiliki nilai lebih besar agar hasil pengurangan mencukupi

contoh pada bilangan desimal

37 - 32 = 5 (borrow 0)
23 - 17 = 6 (3 borrow 1 dari angka 2) 

pada perhitungan pertama tidak ada proses meminjam (borrow) angka yang lebih besar karena hasil pengurangan di digit belakang sudah mencukupi untuk dikurangkan dengan bilangan pengurangnya ,sementara pada perhitungan ke-2 ada proses peminjaman karena 3 tidak mencukupi dikurangkan dengan 7.

Contoh pada bilangan biner.





Sabtu, 29 Desember 2012

Contoh Sistematika Penulisan Karya Ilmiah(makalah)

Judul              :  Vektor dan Aplikasi

Penyusun        : Rifki Zamzammi

Sistematika     :


KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN 1
 1.1.  Pendahuluan 
 1.2. Rumusan Masalah
 1.3. Tujuan Masalah
BAB II PEMBAHASAN
 2.1Perbedaan Besaran Skalar & Besaran Vektor
 2.2. Notasi Vektor 
2.2.1 Notasi Geometris 
2.2.2 Notasi Analitis
 2.3. Operasi Vektor
2.3.1Operasi penjumlahan 
2.3.2Operasi Perkalian
 2.4. Menentukan Vektor Resultan
    2.4.1. Metode Grafis 
          2.4.2. Metode Analitis
BAB III PENUTUP
 3.1. Kesimpulan 
 3.2. Saran-saran
DAFTAR PUSAKA